Kecemasan: Kenali Serangan Panik dan Cara Menenangkannya

Kecemasan: Kenali Serangan Panik dan Cara Menenangkannya

24 Dec 2025, 12:01
konselor@example.com
2 weeks ago

Bayangkan kamu sedang duduk di kelas, tiba-tiba jantung kamu berdegup kencang, napas terasa sesak, tangan gemetar, dan kamu merasa seperti dunia akan runtuh. Itulah yang dirasakan seseorang saat mengalami serangan panik. Meskipun terasa sangat menakutkan, serangan panik sebenarnya tidak berbahaya secara fisik. Namun, pengalaman ini bisa sangat traumatis dan membuat seseorang takut mengalaminya lagi, sehingga mulai menghindari situasi atau tempat tertentu.

Kecemasan pada mahasiswa bisa muncul dalam berbagai bentuk. Ada yang khawatir berlebihan tentang masa depan, takut gagal dalam ujian, cemas saat harus presentasi di depan kelas, atau merasa overwhelmed dengan tanggung jawab yang harus dihadapi. Kecemasan yang ringan sebenarnya normal dan bahkan bisa membantu kita tetap waspada. Tapi ketika kecemasan mulai mengganggu kehidupan sehari-hari, membuat kamu sulit tidur, atau menyebabkan gejala fisik yang intens, itu artinya sudah saatnya mencari cara untuk mengatasinya.

Serangan panik biasanya datang tiba-tiba dan mencapai puncaknya dalam beberapa menit. Gejalanya bisa berupa jantung berdebar, keringat dingin, napas pendek, mual, pusing, atau perasaan seperti akan pingsan atau kehilangan kendali. Banyak orang yang pertama kali mengalaminya mengira sedang terkena serangan jantung. Kunci untuk menghadapi serangan panik adalah memahami bahwa ini adalah respons tubuh terhadap stres, bukan ancaman nyata terhadap keselamatan kamu.

Ada beberapa teknik yang bisa kamu coba saat merasa cemas atau mengalami serangan panik. Teknik pernapasan 4-7-8 sangat efektif: tarik napas selama 4 hitungan, tahan 7 hitungan, lalu hembuskan perlahan selama 8 hitungan. Teknik grounding juga membantu, misalnya dengan menyebutkan 5 hal yang bisa kamu lihat, 4 hal yang bisa kamu sentuh, 3 hal yang bisa kamu dengar, 2 hal yang bisa kamu cium, dan 1 hal yang bisa kamu rasakan. Ini membantu membawa fokus kamu kembali ke saat ini dan mengurangi spiral pikiran cemas.

Dalam jangka panjang, menjaga gaya hidup sehat sangat membantu mengurangi kecemasan. Olahraga teratur, tidur yang cukup, membatasi kafein dan alkohol, serta meluangkan waktu untuk hal-hal yang kamu sukai bisa membuat perbedaan besar. Jika kecemasan terus mengganggu kehidupan kamu, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Terapi kognitif-perilaku (CBT) terbukti sangat efektif untuk mengatasi kecemasan dan serangan panik. Ingat, meminta bantuan adalah langkah berani, dan kamu berhak merasa lebih tenang dan bahagia.